Saturday, 2017 Nov 18, 11:10 AM
Leonard@Zone MainRegistrationLogin
Welcome Guest | RSS
Section categories
IRC chat [0]
Tutorial seputar Chat
Tehnologi [5]
Informasi seputar tehnologi
internet [1]
Berita seputar internet
Ilmu pengetahuan [2]
Informasi seputar ilmu pengetahuan
Tag Board
Our poll
Gimana WebQ ?
Total of answers: 35
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Login form
  
Main » 2009 » May » 10 » Konsep ESQ
10:26 AM
Konsep ESQ

Konsep ESQ yang digagas oleh Ary Ginanjar Agustian, telah melahirkan fenomena tersendiri di permulaan milenium ketiga-suatu era yang dipercaya oleh banyak kalangan sebagai era kebangkitan spiritualisme. Seolah menjadi oase bagi umat manusia-khususnya kalangan intelektual, eksekutif, dan entrepreneur-yang selama ini sudah merasa jenuh dengan dunia logika dan pola pikir materialisme, sementara batin dan jiwa mereka merasa kering, mencari-cari Tuhan; mencari-cari makna damai dan bahagia yang sesungguhnya (spiritual patologis).

Konsep yang mampu menghubungkan antara dimensi logika, dimensi emosional, dan dimensi spiritual serta bagaimana mensinergikan ketiganya tsb telah menjadi antitesis, bahkan mungkin sintesis, bagi teori-teori psikologi sebelumnya, seperti yang digagas oleh Sigmund Freud, Dale Carnegie, Pavlov, Stephen Covey, dsb. Tak heran jika training ESQ diminati oleh berbagai kalangan. Buku ESQ & ESQ Power pun menjadi best seller.
Beberapa waktu yang lalu, The Oxford Academy di Inggris pernah mengundang Ary Ginanjar untuk mempresentasikan konsep ESQ-nya di depan para spiritualis dan akademisi, yang umumnya bergelar doktor dan profesor dari berbagai universitas dari Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Denmark, Australia, Slovenia, India, Afrika Selatan termasuk Tibet.

Namun, ternyata saya menemukan ada suatu kesalahan dalam konsep ESQ Model yang merujuk pada konsep Iman; Islam; Ihsan, tsb. Mungkin terkesan sepele, tapi sesungguhnya sangat vital.

Tujuan saya menulis posting ini adalah untuk kepentingan & kebaikan bersama. Samasekali tidak ada tendensi untuk menyerang ataupun menentang ESQ Leadership Center atau Pak Ary. Sebetulnya saya sudah pernah mengirimkan email ke ESQ LC sekitar setahun yang lalu, dan sempat mendapatkan balasan “akan dipelajari terlebih dahulu”. Namun sayang, sampai posting ini saya tulis, tidak ada penjelasan lebih lanjut lagi.

Dalam ESQ Model, digambarkan bahwa urutan 6 Prinsip yang mengacu pada Rukun Iman adalah sbb:

  1. Star Principle (Iman kepada Allah)
  2. Angel Principle (Iman kepada Para Malaikat)
  3. Leadership Principle (Iman kepada Para Rasul)
  4. Learning Principle (Iman kepada Kitab-kitab)
  5. Vision Principle (Iman kepada Hari Akhir)
  6. Well Organized Principle (Iman kepada Takdir)

Sedangkan urutan 5 Prinsip yang mengacu pada Rukun Islam adalah sbb:

  1. Mission Statement (Membaca Syahadat)
  2. Characteristic Building (Mendirikan Sholat)
  3. Self Controlling (Menunaikan Puasa)
  4. Strategic Collaboration (Menunaikan Zakat)
  5. Total Action (Menunaikan Ibadah Haji)

ESQ Model

Jika kita mengacu pada Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim (kisah Malaikat Jibril yang bertanya kepada Nabi SAW tentang definisi Iman, Islam, dan Ihsan), urutan dari Rukun Iman & Rukun Islam adalah sbb:

Rukun Iman:

  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada Para Malaikat
  3. Iman kepada Kitab-kitab
  4. Iman kepada Para Rasul
  5. Iman kepada Hari Akhir
  6. Iman kepada Takdir.

Rukun Islam:

  1. Membaca Syahadat
  2. Mendirikan Sholat
  3. Menunaikan Zakat
  4. Menunaikan Ibadah Puasa
  5. Menunaikan Ibadah Haji.

Terdapat perbedaan urutan dalam ESQ Model (no.3 & 4; yang dicetak tebal) dengan urutan Rukun Iman & Rukun Islam dalam hadits Nabi. Berbeda urutan akan mengakibatkan perbedaan konsep & implementasi yang sangat fundamental. Saya yakin, bagi orang-orang yang sudah memahami konsep (penjelasan) ESQ Model secara mendalam, pasti bisa memahami dampak akibat perbedaan tersebut terhadap konsep ESQ itu sendiri.Bagaimanapun juga, urutan Rukun Iman & Rukun Islam sudah ditetapkan sedemikian rupa oleh Allah sebagai suatu ketentuan yang tidak boleh diubah oleh siapapun. Atau, barangkali Pak Ary atau rekan-rekan dari ESQ LC memiliki dasar (rujukan) yang lain? Mohon dikoreksi.

Saya sangat berharap, jika memang terjadi kesalahan seperti yang saya sampaikan, agar ESQ Model segera direvisi dan tentunya perlu dilakukan publikasi kepada masyarakat, sehingga tidak terjadi kekeliruan yang terus berlanjut. Semoga prosesnya dimudahkan.

Anyway, thanks to Pak Ary atas ijtihad ESQ-nya yang sudah memberikan begitu banyak pencerahan spiritual kepada masyarakat dunia, termasuk saya!
Buku ESQ & ESQ Power adalah salah satu buku favorit saya. Bahkan, buku yang paling berperan memberikan stimulus dalam proses pencerahan spiritual saya, setelah bertahun-tahun mengembara dalam euforia materialisme, adalah buku tersebut.



sumber : http://nurkholis.wordpress.com/

Category: Ilmu pengetahuan | Views: 6120 | Added by: leonard | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Search
Calendar
«  May 2009  »
SuMoTuWeThFrSa
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31
Entries archive
Site friends
  • Create your own site
  • Copyright MyCorp © 2017